Makalah Penelitian Tindakan Kelas - Aneka Ragam Makalah
Mencari...

Makalah Penelitian Tindakan Kelas

12:47 AM
UPAYA MENGATASI KESULITAN MEMBACA DENGAN METODE PERMAINAN KARTU UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Oleh : TIA NOERMAYANTI NPM. 08.07.0128
A. Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang didalamnya terdapat interaksi edukatif antara siswa dan guru merupakan interaksi unsur-unsur kemanusiaan, yang bertujuan mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan yaitu kemampuan siswa membaca lancar dan fasih. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, maka guru harus mampu mengatur lingkungan belajar agar siswa bergairah dan aktif dalam proses pembelajaran.

Salah satu usaha yang sangat penting agar proses pembelajaran membaca dapat mengantarkan siswa kepada kemampuan siswa untuk membaca lancar dan fasih, maka pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran harus diperhatikan oleh guru. Melalui metode pembelajaran diharapkan tumbuhnya berbagai kegiatan proses pembelajaran yang dinamis dan siswa menjadi aktif belajar, sehingga akan mengantarkan kepada tercapainya prestasi belajar siswa menjadi lebih baik.

Pembelajaran membaca di kelas rendah pada sekolah dasar cenderung menggunakan metode konvensional yang monoton, dimana guru menjelaskan nama-nama huruf, mengeja huruf menjadi kata dan menyambung kata menjadi kalimat dengan menulisnya di papan tulis. Metode konvensional tersebut kurang mengikutsertakan aktifitas siswa dalam pembelajaran membaca, akibatnya siswa menjadi jenuh dan bosan dalam pembelajaran membaca. Karena kejenuhan dan kebosanan tersebut, maka siswa belajar asal-asalan yang mengakibatkan sebagian siswa mengalami kesulitan dalam membaca. Untuk mengatasi kesulitan membaca pada kelas rendah, maka guru hendaknya mempunyai terobosan baru dalam penggunaan metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang diharpkan dapat mengatasi kesulitan siswa dalam membaca dan mengantarkan pencapaian prestasi belajar yang baik yaitu dengan metode permainan kartu. Selain itu metode permainan kartu ini diharapkan mengurangi kejenuhan dan kebosanan siswa dalam belajar dan mendorong siswa belajar aktif dan kreatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sebagaimana diketahui tujuan pembelajaran dapat tercapai jika siswa aktif dalam belajar, baik secara segi fisik maupun segi kejiwaan.

Tugas guru harus mampu mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa, sehingga pengajaran yang dilaksankan oleh guru mampu membelajarkan siswa secara fisik dan kejiwaan. Salah satu cara membelajarkan siswa kelas rendah yaitu dengan menggunakan metode permainan kartu. Metode permainan kartu di desain untuk siswa kelas rendah, mengingat siswa kelas rendah menurut ilmu jiwa masih tergolong anak kecil sehingga cenderung menyukai permainan dan anak kecil banyak bergerak/beraktivitas. Untuk mengatasi kesulitan membaca dan peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, aspek membaca inilah maka perlu dilakukan terobosan baru dalam penggunaan metode pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis melakukan penelitian tindakan untuk mengatasi permasalahan ini dengan judul : UPAYA MENGATASI KESULITAN MEMBACA DENGAN METODE PERMAINAN KARTU UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis).

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka identifikasi dalam PTK ini adalah tentang ketidakefektivan penggunaan metode pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca, sehingga siswa kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis mengalami kesulitan dalam membaca lancar dan fasih yang menyebabkan prestasi belajar siswa menurun. 
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka perlu pembatasan masalah sebagai berikut :
  • Apa penyebab kesulitan siswa kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam membaca lancar dan fasih?
  • Apakah penerapan metode pembelajaran dalam mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis?
  • Apakah perlu diterapkan metode permainan kartu untuk mengatasi kesulitan siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca?
  • Bagaimana implementasi metode permainan kartu pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis?
  • Apakah dengan menggunakan metode permainan kartu aktivitas siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca menjadi lebih baik?
  • Apakah dengan menggunakan metode permaina kartu kesulitan siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca teratasi?
  • Apakah prestasi belajar siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca dengan menggunakan metode permainan kartu lebih meningkat?
Mengacu pada pembahasan masalah di atas, maka perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
  1. Apakah dengan menggunakan metode permainan kartu aktivitas siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca menjadi lebih baik?
  2. Apakah dengan menggunakan metode permainan kartu kesulitan siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca teratasi?
  3. Apakah prestasi belajar siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca dengan menggunakan metode permainan kartu lebih meningkat?  
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan PTK ini adalah :
  1. Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca dengan menggunakan metode permainan kartu.
  2. Upaya mengatasi kesulitan membaca siswa di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dengan mengunakan metode permainan kartu.
  3. Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pad mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca dengan menggunakan metode permainan kartu.
Kegunaan penelitian ini sangat bermanfaat bagi guru yang mengajar bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut :
  1. Guru akan memiliki gambaran penggunaan metode permainan kartu pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca.
  2. Dapat mengidentifikasikan permasalahan yang timbul di kelas, sekaligus mencari solusi permasalahannya.
  3. Dipergunakan untuk menyusun program peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca.
D. Landasan Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
A) Landasan Teori

1. Metode Permainan Kartu

a. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah thariqoh artinya langkah-langkah strategis yang dipersiapkan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jika dihubungkan dengan pendidikan, maka metode tersebut harus diwujudkan dalam proses pendidikan dalam upaya mengembangkan kepribadian siswa untuk menerima materi pelajaran dengan mudah, menyenangkan, efektif dan efisien (Ramayulis, 2005 : 3)Jadi yang dimaksud dengan metode pembelajaran adalah tekhnik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok/klasikal, agar pelajaran itu dapat dipahami oleh siswa (Slameto, 203 : 65).

Pengertian yang senada mengenai metode pembelajaran ialah “cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran” (Sudjana, 2005 : 76). Dengan demikian metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi pendidikan dengan siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya.

b. Permainan Kartu Merupakan Metode Pembelajaran
Permaianan kartu dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca merupakan sebuah metode pembelajaran. Pembelajaran bahasa dengan menggunakan permainan memang bukanlah hal yang baru khususnya di negara maju. Penggunaan metode permainan kartu ini, dilakukan untuk mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas 1. Sebagaimana diketahui tingkat perkembangan anak kelas 1 yang rata-rata berusia 6 – 7 tahun masih tergolong anak kecil sehingga proses pembelajaran harus berbentuk permainan agar anak dapat beraktifitas belajar dan senang untuk belajar. Selain itu proses pembelajaran anak kelas 1 perlu menggunakan alat bantu seperti kartu untuk menghindari sifat verbalisme.

2. Prestasi Belajar

a. Pengertian dan Tipe-Tipe Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran selama periode tertentu. Siswa dikatakan berprestasi, jika telah mengikuti proses pembelajaran selama periode tertentu yang kemudian dievaluasi oleh guru untuk menentukan hasil belajar siswa tersebut (Ahmadi dan Supriyono, 2004 : 12).

Pencapaian prestasi belajar siswa, merujuk kepada aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, ketiga aspek di atas juga harus menjadi indikator prestasi belajar. Ketiga aspek itu tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan, bahkan membentuk hubungan hierarki.
a) Tipe Prestasi Belajar Bidang Kognitif

Menurut Nana Sudjana (2005 : 50) tipe-tipe prestasi belajar bidang kognitif mencakup :
1. Tipe prestasi belajar pengetahuan hafalan (knowledge)
2. Tipe prestasi belajar pemahaman (comprehention)
3. Tipe prestasi belajar penerapan (aplikasi)
4. Tipe prestasi belajar analisis
5. Tipe prestasi belajar sintesis
6. Tipe prestasi belajar evaluasi

Pengetahuan hafalan merupakan terjemahan dari kata “knowledge” meminjam istilah Bloom. Pengetahuna ini mencakup aspek-aspek faktual dan ingatan, seperti batasan, peristilahan, pasal, hukum, ayat, rumus dan lain-lain (Sudjana, 2005 : 50). Tipe prestai belajar “pemahaman” lebih tinggi satu tingkat dari prestasi belajar “pengetahuan hafalan”. Pemahaman memerlukan kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep.
Menurut Sudjana (2005 : 51) ada tiga macam tipe belajar pemahaman, yaitu :

  • Pemahaman terjemahan, yakni kesanggupan memahami makna yang terkandung di dalamnya, misalnya memahami kalimat bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia (terjemahan Al-Qur’an)
  • Pemahaman penafsiran, misalnya membedakan dua konsep yang berbeda
  • Pemahaman ekstrapolasi, yaitu kesanggupan melihat dibalik yang tertulis, tersirat dan tesurat, meramalkan sesuatu dan memperluas wawasan.
Tipe prestasi belajar penerapan (aplikasi) merupakan kesanggupan menerapkan dan mengabstraksikan suatu konsep, ide, rumus, hukum dan situasi yang baru (Sudjana, 2005 : 51). Tipe prestasi belajar analisis merupakan kesanggupan memecahkan, menguraikan suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti. Analisis merupakan tipe prestasi belajar yang kompleks, yang memanfaatkan unsur tipe hasil belajar sebelumnya, yakni pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Tipe prestasi belajar analisis sangat diperlukan bagi para siswa sekolah menengah apalagi Perguruan Tinggi (Sudjana, 2005 : 52 ).

Sintesis merupakan lawan analisis. Analisis tekanannya adalah pada kesanggupan menguraikan suatu integritas menjadi bagian yang bermakna, sedangkan pada sintesis adalah kesanggupan menyatukan unsur atau bagian-bagian menjadi satu integritas. Sintesis juga memerlukan hafalan, aplikasi, analisis dan sintesis. (Sudjana, 2005 : 52).

Tipe prestasi belajar evaluasi merupakan kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu berdasarkan judgment yang dimilikinya dan kriteria yang digunakannya. Tipe prestasi belajar ini dikategorikan paling tinggi diantara prestasi belajar yang lain sehingga mencakup semua tipe prestasi belajar yang telah disebut di atas.

b) Tipe Prestasi Belajar Bidang Afektif
Bidang afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Sikap seseorang bisa diramalkan perubahan-perubahnnya, apabila sesorang telah menguasai bidang kognitif tingkat tinggi. Ada kecendrungan bahwa prestasi belajar bidang afektif kurang mendapat perhatian dari guru. Para guru cenderung lebih memperhatikan atau tekanan pada bidang kognitif semata.

Tipe prestasi belajar afektif tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku, seperti atensi atau perhatian terhadap pelajaran, disiplin, moti belajar, menghargai guru dan teman, kebiasaan belajar, dan lain-lain. Meskipun bahan pelajaran berisikan bidang kognitif, tetapi bidang afektif harus menjadi bagian integral dari bahan trsebut, dan harus tampak dalam proses belajar dan prestasi belajar yang dicapai.

Menurut Sudjana (2005 : 53-54) tingkat bidang afektif sebagai tujuan dan tipe prestasi belajar mencakup :
  • Receiving atau attending, yakni kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang pada siswa, baik dalam bentuk masalah situasi, gejala.
  • Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan seseorang terhadap stimulus yang datang dari luar.
  • Valuing (penilaian), yakni berkenan dengan penilaian dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus.
  • Organisasi, yakni pengembangan nilai ke dalam suatu sistem organisasi, termasuk menentukan hubungan suatu nilai dengan nilai-nilai dan kmantapan, prioritas nilai yang telah dimilikinya.
  • Karakteristik dan internalisasi nilai, yakni keterpaduan dari semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan prilakunya.
c) Tipe Prestasi Belajar Bidang Psikomotor
Menurut Sudjana (2005 : 54-55) tipe prestasi belajar bidang psikomotor tanpa dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak seseorang. Adapun tingkatan keterampilan itu meliputi :
  • Gerakan refleks yaitu keterampilan pada gerakan yang tidak disadari karena sudah merupakan kebiasaan
  • Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar
  • Kemampuan perspektual termasuk di dalamnya membedakan visual, membedakan auditif motorik dan lain-lain.
  • Kemampuan di bidang fisik seperti kekuatan, keharmonisan dan ketetapan.
  • Gerakan-gerkan yang berkaitan dengan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks.
  • Kemampuan yang berkenaan dengan non decursive komunikasi seperti gerakan ekspresif dan interpretatif.
Tipe-tipe prestasi belajar seperti di kemukakan di atas, tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berhubungan satu sama lain. Seseorang (siswa) yang berubah tingkat kognisinya, sebenarnya dalam kadar tertentu telah berubah pula sikap dan prilakunya. Carl Rogers dalam Sudjana (1991) menyatakan bahwa seseorang yang telah menguasai tingkat kognitif, maka prilaku orang tersebut sudah bisa diramalkan.

b. Ukuran Prestasi Belajar
Menurut Tohirin (2007 : 67) terdapat beberapa alternatif norma pengukuran prestasi belajar sebagai indikasi keberhasilan belajar siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. Diantara norma-norma ukuran tersebut adalah:
1. Norma skala angka dari 0 sampai 10
2. Norma skala angka dari 0 sampai 100
3. Norma skala dari 0,0-4,0
4. Norma skala huruf A sampai E
Angka terendah yang menyatakan ketulusan atau keberhasilan belajar skala 0-10 adalah 5 atau 6, sedang untuk skala 0-100 adalah 55 atau 60, untuk skala 0,0-4,0 adalah 1,0 atau 1,2 dan untuk skala huruf adalah D. Menggunakan simbol huruf-huruf seperti A, B, C, D dan E dapat dipandang sebagai terjemahan dari simbol-simbol angka-angka.

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Menurut Ahmad Ali dan Prasetya (2007 : 105-112) ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu :

a) Faktor Lingkungan
Lingkungan terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Lingkungan Fisik/alami meliputi gedung sekolah, rumah tempat tinggal siswa, alat-alat belajar, keadaan suhu, waktu belajar dan sebagainya. Sekolah yang bersih, tidak rusak, jauh dari keramaian, maka proses pembelajaran di sekolah akan berjalan dengan lancar
2. Lingkungan sosial berpengaruh terhadap proses dan prestasi belajar siswa. Lingkungan sosial yang mempengaruhi efektivitas belajar yaitu lingkungan sosial sekolah dan lingkungan sosial keluarga siswa.

b) Faktor Instrumental
Faktor instrumental adalah faktor yang keberadaanya dan penggunaanya dirancangkan sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan, sehingga berfungsi sebagai ssarana dalam mencapai tujuan-tujuan belajar yang telah dirancangkan sebelumnya. Faktor instrumental diantaranya kurikulum, program pelajaran, sarana dan fasilitas.

c) Faktor Psikologis/kejiwaan
Faktor psikologis yang mempengaruhi proses dan prestasi belajar diantaranya minat, intelegensi, bakat dan motivasi.

3. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
a. Pengertian Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran di SD yang terdiri atas empat aspek yaitu aspek membaca, menulis, berbicara dan menyimak. Bahasa Indonesia termasuk ke dalam kelompok mata pelajaran estetika bersamaan dengan muatan seni dan budaya, keterampilan dan muatan lokal yang relevan (Anonimous, 2007 : 4).

b. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006, tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu :
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku secara lisan dan tulisan.
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3. Memahami bahasa Indosesia dan mengunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
c. Pengertian dan Manfaat Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh para pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. (Tarigan, 2008 : 7).

Menurut Henry Guntur Tarigan (2008 : 9-10) manfaat membaca adalah :
· Membaca untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh.
· Membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau yang dialami tokoh dan lain-lain.
· Membaca untuk mengetahui atau menemukan apa yang terjadi pada setip bagian cerita.

d. Tujuan Membaca
Menurut Farida Rahmi (2008 : 11) tujuan membaca yaitu :
· Membaca sebagai kesenangan
· Menyempurnakan membaca nyaring
· Menggunakan strategi tertentu
· Memperbaharui pengetahuan tentang suatu topik
· Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah dikaitkan
e. Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Aspek Membaca dengan Menggunakan Metode Permainan Kartu
Langkah-langkah metode permainan kartu :
1. Pendahuluan
a. Guru merencanakan dan mempersiapkan materi membaca yang akan diajarkan sesuai dengan tema
b. Guru mempersiapkan bahan ajar berupa kartu bergambar
c. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai siswa dari pentingnya belajar membaca bagi kehidupam
d. Guru melakukan pengenalan huruf melalui pengejaan

2. Inti
a. Setelah mengenalkan huruf dan kata-kata melalui pengejaan kemudian melakukan pembelajaran menggunakan kata huruf dan kartu bergambar
b. Guru selanjutnya memperlihatkan dan menempelkan kartu huruf dan kartu bergambar di papan tulis, kemudian guru memperkenalkan huruf-hurf dan mengeja kata-kata yang ada di kartu tersebut
c. Guru selanjutnya menyuruh siswa untuk menyebutkan nama huruf yang di tunjukkan oleh guru
d. Setelah dianggap cukup, guru kemudian menyuruh siswa untuk membaca kata-kata yang ada di kartu bergambar melalui pengejaan
e. Selanjutnya guru mengacak-acak kartu huruf kemudian siswa disuruh menunjukkan huruf yang dipinta guru
f. Guru kemudian memperlihatkan kartu bergambar dan siswa di suruh merangkaikan kata yang ada dalam kartu bergambar tersebut, kemudian menyuruh siswa untuk merangkaikan kata-kata dengan menggunakan kartu huruf atau menuliskan kata tersebut pada buku tulis

3. Penutup
a. Guru memeriksa hasil pekerjaan siswa
b. Guru menugaskan siswa untuk mnghafalkan huruf dan kata yang telah dipelajarinya

f. Evaluasi Pembelajaran Bahasa
Menilai pembelajaran bahasa berarti mengumpulkan, menganalisis, meringkaskan dan menginterprestasikan data untuk menilai atau menghargai unjuk kerja dan prestasi belajar mereka. Penilaian bukanlah sekedar mendapatkan nilai hasil tes, tetapi juga memfokuskan pada pengalaman bahasa yang bermakna.

B) Kerangka Pemikiran
  Siswa adalah sebagai subjek dan objek dari kegiatan pembelajaran. Karena itu, inti proses pembelajaran tidak lain adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran telah dirumuskan sebelumnya. Proses pembelajaran membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang didalamnya terdapat interaksi edukatif antara siswa dan guru merupakan interaksi unsur-unsur kemanusiaan yang bertujuan mencapai tuuan pembelajaran yang telah direncanakan yaitu kemampuan siswa belajar membaca lancar dsan fasih.

Salah satu upaya yang sangat penting agar proses pembelajaran membaca dapat mengantarkan siswa kepada kemampuan siswa untuk membaca lancar dan fasih, maka pemilihan metode pembelajran yang tepat dan sesuai dengan materi. Salah satu metode tersebut adalah metode kartu. Berdasarkan kajian pustaka tersebut maka kerangka pemikiran dalam penelitian in adalah :
  • Siswa Kesulitan Membaca
  • Proses Pembelajaran Membaca dengan Metode Permainan Kartu
  • Prestasi Belajar Siswa pada Aspek Membaca
C) Hipotesis Tindakan
Hipotesis dapat dipandang sebagai konklusi. Konklusi sifatnya sementara. Sebagai konklusi hipotesis tidak dibuat dengan sembarangan, melainkan atas dasar pengetahun-pengetahuan tertentu.

Hipotesis dalam PTK ini adalah :
1. Aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis akan meningkatkan melalui penerapan metode permainan kartu.
2. Kesulitan siswa dalam membaca di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis akan teratasi melalui penerapan metode permainan kartu.
3. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca di kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis akan meningkat melalui penerapan metode permainan kartu.

E. Prosedur Penelitian
1) Metode
Metode yang digunakan dalam menangani masalah aspek membaca dalam pelajaran bahasa Indonesia di MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis adalah dengan menggunakan metode kartu. Sebagaimana diketahui bahwa anak kelas 1 masih tergolong anak kecil sehingga proses pembelajaran harus berbentuk permainan agar anak daspat beraktivitas belajar, juga dengan metode ini dapat menghindari sifat verbalisme, mengingat siswa masih belum mengetahui lebih banyak pembendaharaan huruf dan kata-kata dalam memorinya.

2) B) Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas 1 MIS Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, yang berjumlah 29 orang.Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Penentuan sampel penelitian ini berdasarkan pendapat Suharsimi Arikunto sebagai berikut : untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. 
Berdasarkan pengertian sampel dari Arikunto di atas, maka penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 %

3) C) Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan melalui catatan observasi dan tes. Catatan observasi digunakan untuk mengetahui peningkatan aktifitas siswa, sedangkan tes dilakukan untuk melihat kemampuan siswa dalam membaca dan mengukur peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia aspek membaca. 
Dikutip dari : fdj-indrakurniawan
Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini, maka secara ikhlas saya mengijnkannya, tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya..saya yakin Sobat orang yang baik. selain Makalah Penelitian Tindakan Kelas, anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.Salam saya Ibrahim Lubis. email :ibrahimstwo0@gmail.com

Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Prasetyo, JokoTri. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia
Ahmadi, Abu dan Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Bumi Aksara
Anonimous. 2006. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SD. Jakarta: BSNP Dinas Pendidikan Nasional
Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Rahim, Farida. 2008. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Sudjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Ibrahim Lubis

Penulis:

Judul Makalah: Makalah Penelitian Tindakan Kelas
Semoga Makalah ini memberi manfaat bagi anda, tidak ada maksud apa-apa selain keikhlasan hati untuk membantu anda semua. Jika terdapat kata atau tulisan yang salah, mohon berikan kritik dan saran yang membangun. Jika anda mengcopy dan meletakkannya di blog, sertakan link dibawah ini sebagai sumbernya :

0 komentar:

Post a Comment

Berhubung komentar Spam sangat berbahaya, maka saya berharap Sobat untuk tidak berkomentar spam. Jika saya menemukan komentar Sobat mengandung spam atau memasukkan link aktif di kolom komentar, saya akan menghapusnya. terima kasih